Teks oleh Rana Akbari Fitriawan
BANDUNG—Sejumlah buruh yang berasal dari delapan organisasi mendeklarasikan Gerakan Buruh Bersatu.“Kita butuh kekuatan buruh yang memadai, terorganisir, dan kuat untuk kemajuan hubungan industrial,” kata Koordinator Gerakan Buruh Bersatu Usman Firdaus, saat membacakan deklarasi di Sheraton Hotel Bandung, Senin (28/5).
Deklarasi itu dilakukan seusai Semiloka Penegakan Hukum Perburuhan dan Kepemimpinan di Jawa Barat, diBandung Senin (28/5). Tampak hadir dalam acara itu antara lain Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat Hendarmin, Ketua Divisi Perburuhan Lembaga Bantuan Hukum Bandung Agung Hermawan, dan sejumlah perwakilan dari serikat pekerja di Jawa Barat.
Kedelapan elemen itu adalah Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan PT Dirgantara Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Mandiri, Serikat Pekerja Metal Indonesia, Serikat Perjuangan Buruh Solidaritas Indonesia, Aliansi Jurnalis Indonesia Kota Bandung, Pastoral Perburuhan Keuskupan Bandung, dan SerikatPekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi Rumah Sakit Kebonjati.
Menurut Firdaus, selama ini posisi buruh masih rentan. Banyak kasus pelanggaran oleh majikan, kata dia, yang dibiarkan oleh aparat negara. ”Sampai saat ini belum ditemukan majikan dituntut ke pengadilan gara-gara melanggar hukum ketenagakerjaan,” katanya.
Staf Perlindungan dan Purnakerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat mengaku menyambut baik deklarasi ini. ”Bagus, bisa memperkuat posisi pekerja,” katanya.
Komentar senada juga dikatakan Hendarmin. ”Semoga ini bisa jadi embrio kekuatan buruh, tidak hanya di Jawa Barat tapi juga di Indonesia,” katanya.[]