Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘dari media lain’ Category

Selasa, 03 Februari 2009 | 15:07 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Sekitar 30 jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Jurnalis Makassar menggelar aksi diam dengan menutup mulut mereka dengan plaster hitam sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk kriminalisasi pers. Aksi digelar di Jalan Penghibur Makassar tepatnya di depan Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2).

Read Full Post »

Minggu, 19 Oktober 2008 | 18:07 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung menetapkan angka upah layak minimum jurnalis di Kota Bandung sebesar Rp 3.538.797 untuk jurnalis lajang yang bekerja minimum satu tahun.

Read Full Post »

Sistem atau bentuk pengupahan bagi seorang jurnalis haruslah berbeda dari ketetapan yang diatur oleh pemerintah atau dewan pengupahan kota atau provinsi. Hal itu dikarenakan, banyaknya risiko yang dihadapi oleh seorang yang berprofesi sebagai jurnalis, seperti kecelakaan saat meliput atau menghadapi tuntutan hukum.

Read Full Post »

Pemkot Bandung sendiri telah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2008 sebesar Rp 939 ribu sedangkan Pemprov Jabar menetapkan Upah Minimum Regional (UMR) jabar sebesar Rp 568.193. Nilai ini dinilai sangat kecil dan jauh dari kebutuhan hidup di kota Bandung.

Read Full Post »

Pada kesempatan itu, AJI Bandung juga mendorong agar setriap perusahaan tidak menghalangi pembentukan serikat pekerja jurnalis. Dari 14 media lokal yang ada di Bandung, baru “Pikiran Rakyat” yang memiliki serikat pekerja dan upah jurnalisnya mendekarti upah layak minimum. Berdasarkan survei di 14 media lokal dan wawancara dengan 20 wartawan lokal, “PR” menempati posisi pertama sebagai media yang telah memberikan upah layak pada jurnalisnya.

Read Full Post »

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Bandung telah mengeluarkan rekomendasi upah layak minimum bagi jurnalis di Bandung sekitar Rp 3.5 juta. Namun bagi perusahaan media yang belum bisa memenuhi standar upah tersebut, AJI menuntut agar perusahaan tersebut transparan mengenai keuangan mereka pada wartawannya.

Read Full Post »

BANDUNG, (PR).-Sistem kontrak memang mempermudah perusahaan untuk memecat karyawannya tanpa pesangon. Akan tetapi, status kontrak bagi jurnalis di Indonesia masih terbilang beruntung. Banyak jurnalis yang bahkan tidak digaji dan hanya mengandalkan kartu pers untuk mencari uang.

Read Full Post »

Older Posts »