Pers Kecam Aksi Kekerasan

Pikiran Rakyat, BANDUNG. Puluhan wartawan Bandung melakukan aksi solidaritas atas kekerasan yang dialami wartawan di Abepura-Papua beberapa waktu lalu. Aksi dilakukan di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/3).

”Pemukulan terhadap wartawan yang sedang bertugas jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) No. 40/1999 Tentang Pers. Kekerasan terhadap wartawan akan mengganggu fungsi wartawan sebagai penegak demokrasi,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI)-Bandung, Nursyawal.

Dalam konsideran UU No. 40/1999 disebutkan, ”Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”

”Kekerasan yang dialami insan pers merupakan satu bentuk usaha yang dilakukan untuk menghalang-halangi kepentingan publik mengetahui informasi, mendapat pengetahuan, dan juga menghalangi tegaknya sebuah demokrasi,” ujar Nursyawal.

Kecam pejabat

Wartawan Bandung juga mengecam keras kalimat yang dilontarkan seorang pejabat. Sabtu (18/3) lalu, ketika menanggapi aksi kekerasan terhadap wartawan oleh aparat keamanan saat peristiwa Abepura-Papua, pejabat itu berkata, ”Adalah wajar jika ada anggota polisi bertindak emosional, mengingat ada temannya meninggal seperti itu (peristiwa Abepura-Papua, red.).”

”Pernyataan itu jelas-jelas tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pejabat tinggi. Seharusnya, beliau menjadi teladan anak bangsa tentang prinsip negara yang berasaskan hukum dan usaha pemerintah sendiri untuk menegakkan supremasi hukum,” ujar Nursyawal.

Oleh karena itu dalam aksinya, para wartawan yang tergabung dalam Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan AJI Bandung bersama-sama menurunkan dan meletakkan perangkat kewartawanan mereka, seperti kamera dan juga kartu pers di atas jalan aspal.

”Kami melakukan hal ini sebagai simbol protes terhadap aparat keamanan yang sewenang-wenang dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya,” kata Ketua FDWB, Sulhan Syafi’i.

Dengan aksi solidaritas tersebut, Sulhan berharap kekerasan di Abepura merupakan kekerasan terhadap wartawan yang terakhir.

“Semoga aksi ini bisa mengetuk hati semua orang untuk bisa menegakkan demokrasi dan menghargai kerja wartawan,” ujarnya. (A-154)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s