Keluarga Wartawan Metro TV Bandung Diancam Dibunuh

Erna Mardiana

detikcom Bandung – Sudah jatuh tertimpa tangga. Bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Mungkin situasi inilah yang bisa menggambarkan kondisi kontributor Metro TV di Bandung Yanuar Chandika (30). Tidak hanya kehilangan dua buah handphone dan satu unit handycam,  tapi dia dan sekeluarga diancam dibunuh serta dilecehkan oleh si maling.

Kejadian bermula saat Yanuar dan istrinya, Fara (28) menunggui anak mereka, Zakia (3) yang sakit infeksi pencernaan di RS Cibabat, Kota Cimahi, Minggu malam lalu (27/5/2007). Zakia dirawat di kelas I Ruang Merak Gedung D No 206 sejak Jumat lalu (25/5/2007). Meski kapasitas ruangan tersebut untuk dua pasien, namun hanya Zakia yang dirawat.

Sebab, satu ranjang pasien kosong. “Dua buah handphone saya simpan di atas meja. Sedangkan handycam yang biasa saya pakai untuk liputan disimpan di bawah meja. Saya baru bisa tidur pukul 01.00 WIB dini hari,” ujarnya kepada detikcom, Selasa (29/5/2007).

Betapa terkejutnya Yanuar, karena saat dia terbangun sekitar pukul 05.30 WIB, Senin (28/5/2007), dua buah handphone dan handycam miliknya raib.  “Saya tanya pada istri, tapi dia mengaku tidak tahu,” tuturnya.

Tanpa pikir panjang, Yanuar langsung menghubungi nomor nya dengan menggunakan handphone milik istrinya dan diangkat oleh seorang pria dengan logat seberang. “Dia bertanya apa saya sudah lapor polisi. Dia bilang kalau barang milik bapak ingin kembali, jangan coba-coba lapor polisi. Karena saya tidak segan-segan membunuh bapak dan istri bapak,” ujar Yanuar menirukan suara si maling.

Tidak hanya itu, si maling bahkan meminta dikirim pulsa IM3 sebesar Rp 1 juta dengan mengirimkan nomor seri melalui SMS ke nomor handphone Yanuar. Setelah itu, beberapa kali si maling menelepon dengan nada marah meminta pulsa yang dia minta.

“Lalu saya mengirimkan nomor seri IM3 fiktif sebesar Rp 100 ribu. Tapi tidak lama kemudian, dia telepon dan marah-marah. Dia kembali mengancam saya dan keluarga. Ayo cepat saya mau pulang nih,” ujar Yanuar kembali menirukan omongan maling.

Akhirnya setelah berembug dengan istrinya, Yanuar pun melaporkan kasus ini ke Polres Cibabat Cimahi. Saat Yanuar pergi, Fara yang geram menelpon si maling dan meminta agar barang milik suaminya dikembalikan.

Bukannya sadar dan minta maaf, si maling malah SMS Fara yang isinya mengandung pelecehan. “Maaf ya kalau kasar, tapi si maling memang mengatakan hal ini. Dia SMS yang isinya ‘ boleh barang suami ibu saya kembalikan dengan syarat saya ingin melihat benda di balik celana dalam ibu’. Ini kan sudah jelas pelecehan,” ujar Yanuar menahan amarah.

Membaca SMS itu, Yanuar mengaku istrinya menangis. Saat sedang menangis, si maling meneelpon lagi dan mengatakan sesuatu yang mengandung pelecehan seksual lebih kasar dari perkatannya di SMS. “Ini benar-benar keterlaluan. Dia tidak hanya mencuri, tapi juga mengancam dan melecehkan,” ujar Yanuar dengan nada tinggi.

Untuk mencari jejak si pelaku, siang ini rencananya Yanuar akan menemui pihak pengelola rumah sakit. Karena menilik kejadiannya yang tengah malam, tidak tertutup kemungkinan si pelaku adalah orang dalam. “Saya kecewa dengan pengamanan pihak rumah sakit. Padahal anak saya dirawat di kelas 1,” kata dia. (ern/asy)
__._,_.___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s