ALIANSI BANDUNG UNTUK KORBAN TINDAK KEKERASAN MILITER DI PASURUAN

PERNYATAAN SIKAP

30 Mei 2007 kembali Tentara Nasional Indonesia (TNI) menorehkan catatan hitam di negeri ini, lima orang warga sipil tewas dengan senjata api serbu M-16, tujuh orang lainnya mengalami luka tembak dan hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kejadian ini diawali aksi demonstrasi 300 orang warga desa Alas Tlogo, Grati, Pasuruan menuntut penghentian pembangunan pusat latihan Angkata Laut di Grati Pasuruan di atas tanah yang masih disengketakan.

Dalam insiden ini Rohman (35), Siti Khotijah (27), Mistin (23) dan Utami tewas di tempat, satu orang bocah bernama Herwanto meninggal di rumah sakit. Tujuh orang lain yang juga terluka tembak namun masih hidup dan kini masih dalam kondisi kritis.

Kejadian ini telah menunjukkan bahwa institusi TNI masih menganut paradigma lama, perjalanan refromasi TNI terbukti tidak menunjukkan perubahan apa-apa, segala pernyataan mengenai perubahan paradigma TNI hanya merupakan basa-basi politik belaka. TNI masih merupakan institusi yang tidak menghormati hak-hak masyarakat sipil.

Untuk itu ALIANSI BANDUNG UNTUK KORBAN TINDAK KEKERASAN MILITER DI PASURUAN menyatakan :

Turut berduka cita atas tewasnya lima orang warga desa Alas Tlogo, Grati Pasuruan, serta tujuh orang yang sampai saat ini masih dalam kondisi kritis. Semoga insiden ini semakin menyadarkan kita bahwa moncong senjata TNI hingga detik ini masih diarahkan untuk menembaki warga negara Indonesia, dan masih mengancam hak-hak sipil warga negara.
Tindakan satuan Marinir merupakan pelanggaran terhadap UU No. 2 Tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia, UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta UUD 1945.

Untuk itu kami MENUNTUT :

Pengadilan Sipil yang adil bagi para pelaku penembakan terhadap warga desa Alas Tlogo, Grati Pausuruan Jawa Timur, termasuk komandan lapangan yang bertanggungjawab pada saat insiden terjadi. Kami meminta hal ini tidak di proses melalui mekanisme pengadilan militer, sebab merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hak warga negara.

Kepala Staff Angakatan Laut (KSAL) dan Panglima TNI untuk mengundurkan diri sebagai bentuk Command Responsibility atas kejadian ini.

Meminta Presiden untuk serius menangani Reformasi TNI dalam rangka Supermasi Sipil terhadap institusi Militer dan penegakan HAM di Indonesia.

Menarik semua pasukan TNI dari wilayah-wilayah publik.

Menuntut pemerintah dan instansi yang berwenang mengganti kerugian moril dan materil terhadap para korban.

Agar seluruh komponen pro demokrasi menyatukan barisan untuk melawan segala bentuk Militerisme di Negara Republik Indonesia.

Demikianlah pernyataan sikap ini kami buat demi tegaknya Hak Asasi Manusia di negeri ini.

ALIANSI BANDUNG UNTUK KORBAN TINDAK KEKERASAN MILITER DI PASURUAN

Jaringan Peduli Kemanusiaan (JPK) Bandung, Komunitas Ultimus, Kelompok Kerja Rumah Kiri, Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI)

DISAPPEARANCES, NUNCA MAS!
Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia – IKOHI
Indonesian Association of Families of the Disappeared
Jl. Kalasan Dalam No. 5, Pegangsaan
Jakarta 10320
Telp/Fax: +62-21-3157915
Email: kembalikan@yahoo. com, Web: http://www.ikohi.blogspot. com
INDONESIA

3 thoughts on “ALIANSI BANDUNG UNTUK KORBAN TINDAK KEKERASAN MILITER DI PASURUAN

  1. Tentang asus “sajak malaikat”, PR, 4 Agustus 2007

    1.Bergembira karena ormas Islam sekarang mau memperhatikan urusan sajak.
    2. Tindakan redaksi “PR” tepat. Kalau merasa bersalah, kalau ada yang mengingatkan bahwa tindakannya salah, mohon maaf.
    3.Kata siapa Saeful Badar diteror ? Dia bikin surat pernyataan penyesalan, setelah membaca permohonan maaf “PR’ atas pemuatan sajaknya. Coba cek and recek, dan lihat isi surat Badar yang tulus. Kalau tertekan teror tak mungkin begitu. Masa pula penyair takut teror. Ngomongin jelek malaikat juga berani kok.
    4. Urusan penghentian Rahim Asyik urusan internal “PR”. Mengapa AJI atau siapapun di luar “PR” ikut mempermasalahkan ? Kalau mau ikut mempermasalahkan betul, coba telusuri sistem “PHK” di “PR” yang menimpa para wartawan. Selain dibayar sekaligus, kecil lagi, masih dipotong PPH 15%.
    5.Hore ! Hore ! Kita tambah kerjaan di tengah ketiadaan kerja yang benar-benar menyejahterakan.

  2. Oknum-oknum jenderal Drakula, kapan dibuang? Behhh, haiyaaaa….. dagang nyawa anak rakyat untuk mendapat anggaran lalu dikorupsi sama-sama. Oalaaaah, anak kecil masih TK juga tahu, itu kan cara jenderal-jenderal nakal di kepolisian mendapatkan daya-tawar agar disediakan anggaran keamanan atas nama macam-macam. DPR harus tahu itu, SBY juga harus tahu itu, sebab sponsor anggaran anti terorisme dari Amerika sudah berkurang, sebab Amerika sendiri susah ekonomi. Oknum-oknum jenderal Drakula, kapan dibuang? SBY dan DPR harus mau cerita itu semua kepada Obama dan CIA. kalau tidak, rakyat dan LSm-LSMa sing itu yang akan bercerita dan membuang Anda sekalian. Anda tidak boleh mengabulkan anggaran yang akhirnya akan hilang masuk kantong, dikolupsiiii. Behhh, buang saja oknum-oknum jenderal curang nakal dan korup itu, haiyaaaaa… Behhh, begitulah manusia pejabat di negerimu. Haiyaaaa….bangsat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s