Teguh Rahardjo Dapatkan Haknya

Oleh Ahmad Yunus

Ada berita baik yang ingin saya sampaikan. Berita ini tentang perkembangan kasus Teguh Rahardjo. Mantan wartawan Seputar Indonesia yang mengalami pemecatan pada Februari 2007 silam.

Pada, Selasa 9 Oktober 2007 kemarin, pihak perusahaan Seputar Indonesia, PT Media Nusantara Informasi telah melaksanakan kewajibannya untuk menyelesaikan hak pesangon terhadap Teguh Rahardjo. Hak pesangon ini sebesar Rp. 13.320.175,00.

Hak pesangon ini diberikan atas hasil penandatangan surat perjanjian bersama antara PT Media Nusantara Informasi dan kuasa hukum Teguh Rahardjo, LBH Pers. Kedua belah pihak telah menyepakati penyelesaian perselisihan hubungan industrial ini. Keputusan ini sesuai dengan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang No 2 Tahun 2004.

Kasus ini sendiri dapat diselesaikan ketika masih dalam tahap mediasi. Dengan mengikutsertakan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak menuntut apapun terhadap keputusan perjanjian bersama tersebut.

Penandatangan surat perjanjian bersama tersebut ditandatangani oleh Sholeh Ali dan Endar Sumarno dari LBH Pers selaku pihak pertama, Ferry Jefrison Aditia dari PT Media Nusantara Informasi selaku pihak kedua, dan disaksikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Isti Winarni selaku mediator.

Penyerahan uang pesangon dari PT Media Nusantara Informasi kepada LBH Pers berlangsung di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Jalan Prapatan 2 Jakarta Pusat. Dan langsung diserahkan kepada Aji Bandung.

“Ini kemenangan. Ini bisa jadi spirit perjuangan bagi kawan-kawan jurnalis di Bandung,” kata Direktur LBH Pers, Hendra kepada Aji Bandung.

“Saya berdoa tiap hari agar kasus ini cepat selesai. Alhamdullilah selesai juga,” katanya.

Saya menghibahkan dana sebesar satu juta untuk Aji Bandung. Dana ini untuk membantu advokasi kalau masih terjadi kasus-kasus perburuhan jurnalis di Bandung,” kata Teguh Rahardjo.

Awal Mula Kasus Teguh Rahardjo

Kasus ini sendiri terjadi pada Februari 2007 silam. PIhak manajemen Seputar Indonesia melakukan pemecatan secara sepihak kepada Teguh Rahardjo. Manajemen menilai pemecatan ini sah dan menganggap kinerja Teguh Rahardjo tidak sesuai dengan standar Seputar Indonesia.

Selain itu, pihak manajemen Seputar Indonesia juga menilai Teguh Rahardjo “Kurang bisa diajak kerjasama”. Dengan tidak mematuhi peraturan perusahaan Seputar Indonesia. Misalnya, tetap bekerja di Hari Raya Idul Fitri atau tidak boleh sakit dan mengambil cuti selama satu tahun awal bekerja.

“Alasan pemecatan itu tidak beralasan. Saya bekerja baik dan kerja keras. Sejak awal saya bangun dan ikut terlibat di biro Sindo Jabar,” kata Teguh Rahardjo kepada Aji Bandung.

Ia mengaku telah bekerja baik dan kerja keras untuk membangun Seputar Indonesia. Bahkan ia rela menjual barang milik keluarganya berupa emas untuk mendukung kinerjanya.

“Saya rewel. Selalu minta kontrak kerja yang jelas. Tapi tidak pernah ditanggapi,” katanya. Hingga pemecatan berlangsung pun, menurutnya, tidak pernah secuil pun menandatangani kontrak kerja dengan pihak manajemen Seputar Indonesia.

Teguh Rahardjo mendapatkan upah dari pihak Seputar Indonesia sebesar Rp 1.500.000,00 tiap bulannya. Dengan gaji pokok dasar Rp 1.000.000,00 dan bonus Rp. 500,000,00.

Advokasi Kasus Teguh Rahardjo

Aji Bandung dan LBH Pers merespon laporan Teguh Rahardjo. Dan bersedia untuk membantu dan mengadvokasi kasus ini. Aji Bandung menilai pemecatan tersebut tidak beralasan. LBH Pers menilai kasus ini sangat memberatkan Teguh Rahardjo.

LBH Pers pun melayangkan surat untuk meminta penjelasan mengenai kasus Teguh Rahardjo kepada pihak manajemen Seputar Indonesia. Pada pertemuan pertama di LBH Pers, pihak manajemen Seputar Indonesia menilai pemecatan ini benar.

Manajemen Seputar Indonesia menilai kinerja Teguh Rahardjo buruk dan tidak bisa diajak kerjasama. Pertemuan pertama antara LBH Pers dan manajemen Seputar Indonesia ini juga sepakat agar penyelesaian kasus ini diselesaikan secara damai.

Sayangnya, upaya penyelesaian secara damai ini berlarut-larut. Beberapa kali upaya pertemuan kembali tidak berjalan. Hingga LBH Pers menempuh jalur untuk melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta untuk berperan sebagai mediator.

Mediator berfungsi untuk menengahi dan menyelesaikan upaya damai. JIka upaya damai ini tidak dapat diselesaikan, mediator bisa mengajukan agar kasus ini diselesaikan melalui tahap pengadilan.

Pertemuan kedua pun digelar di kantor Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta. Aji Bandung dan Teguh Rahardjo ikut pertemuan kedua itu. Sayang, pihak manajemen Seputar Indonesia tidak datang. Alasannnya pun tidak jelas.

Selasa, 2 Oktober 2007, PT Media Nusantara Informasi bersedia untuk bertemu dengan LBH Pers dan membicarakan sengketa hubungan industrial ini. PT. Manajemen Media Nusantara Informasi bersedia untuk menyediakan uang pesangon bagi Teguh Rahardjo.

Namun pada pertemuan tersebut tidak tercapai kesepakatan perihal besarnya pesangon tersebut. Pihaknya juga mengakui bahwa memang tidak memiliki kontrak kerja yang jelas dengan Teguh Rahardjo. LBH Pers mengajukan uang pesangon tersebut sebesar Rp 36.600.000,00. Sementara PT. Manajemen Media Nusantara mengajukan besarnya pesangon sebesar Rp. 10.656.140,00.

Pada, Kamis 4 Oktober 2007 akhirnya pihak manajemen Seputar Indonesia bersedia memenuhi panggilan kembali dari Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta. Setelah sebelumnya,LBH Pers mengajukan anjuran agar kasus ini masuk ke tingkat pengadilan. LBH Pers juga menilai tidak ada itikad baik dari manajemen Seputar Indonesia untuk menyelesaikan upaya ini secara damai.

Negosiasi perihal besarnya pesangon pun berlanjut. Uang pesangon ini antara lain terdiri dari pesangon yang dihitung berdasarkan (masa kerja x gaji x 2), ganti rugi (15% x pesangon), cuti (11/25 x gaji), upah proses (5 x gaji) dan jamsostek (4,89% x gaji pokok x bulan masa kerja).

Dari rumusan itu tercapai kesepakatan. Kedua belah pihak menyetujui bahwa besarnya pesangon sebesar Rp 13.320. 175, 00.

Selasa, 9 Oktober 2007 kedua belah pihak menandatangi surat perjanjian bersama dan telah menyatakan bahwa kasus ini selesai. Dan keduanya tdak menuntu apapaun terhadap pokok perkara ini dikemudian hari. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta akan mendaftarkan surat ini kepada Pengadilan Negeri Hubungan Industrial Jakarta Pusat.

 

Aji Bandung dan Perjuangan Buruh Pers

Kasus ini adalah kasus pertama pendampingan dari Aji Bandung. Dan berlanjut hingga meja mediasi yang melibatkan lembaga lain. Diantaranya dari LBH Pers , Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta. LBH Pers bersedia  membantu dan mengadvokasi kasus yang menimpa Teguh Rahardjo.

Dari catatan yang ada laporan mengenai kasus perburuhan pers di Bandung tergolong tinggi. Namun dari catatan ini belum satupun yang maju hingga proses hukum berlanjut. Khususnya untuk memperjuangkan hak-hak pekerja.

Kasus perburuhan ini diantaranya banyak berkaitan dengan masalah kontrak kerja, perjanjian kerja bersama atau PKB, upah minim hingga masalah status kerja yang tidak jelas.

Hingga saat ini Aji Bandung terus melakukan kampanye agar terbentuk serikat pekerja pers di perusahaan media. Serikat pekerja pers adalah salahsatu wadah yang mampu menampung dan memperjuangkan hak-hak semua pekerja.

Serikat pekerja pers juga bisa menjadi salahsatu sarana yang sangat penting untuk melakukan negosiasi dengan pihak manajemen perusahaan.

Aji Bandung juga mendesak kepada pihak manajemen perusahaan pers agar meningkatkan mutu dan kualitas hidup para pekerja pers. Peningkatan ini pada akhirnya berujung pada naiknya kinerja dan profesionalisme jurnalis dalam bekerja.

Aji Bandung akan mendorong terciptanya iklim yang sehat dalam tubuh industri pers. Salahsatunya terus mengkampanyekan terbentuknya serikat pekerja pers sebagai daya dongkrak untuk perjuangan buruh pers. []

* Ketua Bidang Serikat Pekerja Pers dan Advokasi

One thought on “Teguh Rahardjo Dapatkan Haknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s