Perusahaan Pers Harus Transparan

BANDUNG, TRIBUN – Seperti halnya perusahaan pada umumnya, perusahaan pers juga dituntut untuk transparan. Ini penting untuk menjaga kelangsungan perusahaan dan juga perkembangan ke depannya. Transparansi ini juga telah diamanatkan dalam UU Pokok Pers.

Sebaliknya, wartawan atau pekerja pers juga jangan sekadar ingin membuat serikat pekerja. Serikat menjadi penting selain untuk memberi perlindungan pada pekerja, juga harus bisa mempersiapkan masa depan yang lebih bagus, baik untuk pekerja maupun perusahaannya.

Demikian beberapa catatan dari diskusi terbuka yang digelar Solidaritas Wartawan Bandung dengan tema “Nasib Wartawan: Tanggung Jawab Sosial vs Tanggung Jawab kepada Perusahaan”, di Gedung Indonesia Menggugat Bandung, Sabtu (2/2).

HM Ridho Eisy, Direktur salah satu media di Bandung, setuju kalau perusahaan pers harus transparan. Menurut Ridho, seharusnya memang tidak ada yang menjadi rahasia perusahaan. Demikian pula dengan profit sharing atau kepemilikan saham oleh karyawan sudah diamanatkan dalam Pasal 10 UU Pokok Pers.

“Namun memang belum semua bisa seperti itu. Ada beberapa yang sudah memiliki saham di perusahaan. Tetapi pada prinsipnya yang penting bisa transparan,” tutur Ridho.

Ia menambahkan, saat ini persaingan media terasa sangat ketat, baik media cetak maupun elektronik. Hal ini berimbas pada perolehan iklan yang menjadi penopang perusahaan. Bahkan tak sedikit yang kemudian merampingkan karyawannya termasuk wartawan. Mengenai kenyataan ini, organisasi wartawan pun tak bisa berbuat apa-apa.

Untuk itu, menurut Santi Indra Astuti, pengamat ekonomi, harus ada beberapa penguatan. Seperti penguatan sosial kapital dan penguatan peran serikat pekerja. Penguatan sosial kapital yakni dengan membangun jejaring keselamatan agar massa pekerja tak selalu tergantung pada institusi.

“Pada serikat pekerja jangan hanya berfokus pada perlindungan dan hak pekerja, tapi juga menyiapkan masa depannya. Seperti mencarikan lapangan kerja, membantu mengatur dana pensiun dan perawatan kesehatan dan lainnya,” tutur Santi yang mewakili akademisi.[Darajat Arianto]

Sumber : Tribune Jabar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s