Diskusi Hari Kebebasan Pers Internasional 2012: “Musuh Kebebasan Pers Saat Ini”

Seperti diketahui, jurnalis di Indonesia masih bekerja di bawah ancaman atas keselamatan mereka. Berdasarkan data LBH Pers Jakarta, sepanjang tahun 2011 terjadi 96 kasus kekerasan terhadap jurnalis.
Aksi kekerasan itu berbentuk kekerasan fisik dan non fisik, termasuk pemidanaan jurnalis. Jumlah itu belum terhitung tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tidak dilaporkan.

Selain aksi kekerasan yang terus terjadi, berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya juga masih ada yang belum terungkap. Misalnya, kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas Yogyakarta, Udin, sampai saat ini belum terungkap dengan jelas. Hal yang sama terjadi dalam kasus pembunuhan wartawan Sun TV Maluku, Ridwan Salamun.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak hanya dilakukan oleh publik, tetapi juga oleh perusahaan media tempat mereka bekerja. Banyak jurnalis yang dibayar dengan upah yang tak layak, dipecat hanya karena mendirikan serikat pekerja atau karena menuntut hak mereka dari perusahaan, atau dibiarkan dalam kondisi kerja yang tak pasti, tanpa tunjangan sosial apa pun.

Kondisi penuh tekanan itu telah membuat banyak jurnalis melakukan penyensoran atas diri sendiri (self-censorship), sebuah tindakan untuk menyensor tentang apa yang bisa atau tidak bisa dimuat di media masing-masing, karena pertimbangan keamanan atau keselamatan diri sendiri. Tindakan seperti itu biasanya dilakukan oleh jurnalis di negara-negara yang otoriter, atau di wilayah-wilayah yang tingkat keamanannya sangat rendah.

Apakah Indonesia saat ini masih menjadi wilayah yang seperti itu? Apakah Indonesia pasca-reformasi masih membuat warganya takut berbicara, berekspresi, dan menyampaikan informasi?

Untuk membahasnya, AJI Bandung akan menggelar diskusi bertema:“Musuh Kebebasan Pers Saat Ini”, yang akan digelar di Tobucil, Jln. Aceh 56 Bandung, Kamis 3 Mei 2012 pukul 13.00 WIB-15.00 WIB. Akan hadir sebagai pembicara, yaitu Nursyawal (anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat), Dan Satriana (Ketua Komisi Informasi Daerah Jawa Barat, dan Zaky Yamani (Ketua AJI Kota Bandung), Dian Praja Paramitha (Penggiat Media Literasi).

Diskusi ini terbuka untuk umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s